logo

Hits: 1898

Prosedur Berperkara di Pengadilan Agama Soreang

Tahap Awal (Pendaftaran s/d Pemanggilan) :

1. Mendaftarkan perkara ke MEJA I Pengadilan Agama Soreang.
Persyaratan yang harus dilengkapi :
- Surat Permohonan / Gugatan ke Pengadilan Agama Sorang secara tertulis rangkap 7 (tujuh). Surat Permohonan/Gugatan berisi Identitas para pihak yang terdiri dari Pemohon dan Termohon atau Penggugat dan Tergugat, meliputi : Nama disertai bin/binti, umur, pendidikan terakhir, pekerjaan, alamat lengkap, status dalam perkara tersebut;
- Posita (fakta hukum dan fakta kejadian);
- Petitum (hal-hal yang dituntut berdasarkan posita);
- Fotocopy KTP yang mengajukan Permohonan/Gugatan bermaterai 600 stempel cap Pos bukti untuk Pengadilan;
- Fotocopy Buku Nikah/Duplikat bermaterai 600 stempel cap Pos bukti untuk Pengadilan;
- Surat keterangan Ghaib dari Desa/Kelurahan yang diketahui oleh Camat jika alamat Tergugat/Termohon tidak diketahui;
- Surat izin atasan bagi PNS, TNI, POLRI dan Pegawai BUMN/BUMD;
- Surat keterangan tidak mampu dari Desa/Kelurahan dan diketahui oleh Camat bagi Permohonan/Gugatan Prodeo;
2. Membayar biaya perkara yang telah ditaksir oleh Petugas Meja I Pengadilan Agama Soreang dalam bentuk SKUM dan memperlihhatkan bukti pembayaran dari Bank ke Kasir dan kemudian Kasir me-register perkara yang bersangkutan;
3. Kasir menyerahkan berkas Permohonan/Gugatan ke Petugas Meja II untuk kemudian dicatat dalam buku register;
4. Petugas Meja II menyerahkan berkas kepada Panitera untuk disampaikan kepada Ketua Pengadilan Agama Soreang;
5. Ketua Pengadilan Agama Soreang menunjuk Majelis Hakim yang akan menyelesaikan perkara yang bersangkutan;
6. Majelis Hakim menunjuk Panitera Pengganti dan Jurusita Pengganti;
7. Penetapan Hari Sidang oleh Majelis Hakim;
8. Pemanggilan para pihak oleh Jurusita Pengganti;

Tahap Kedua (Persidangan tertutup untuk umum) :

1. Mediasi (Upaya Damai)
  Dilakukan jika kedua belah pihak yang berperkara hadir di persidangan dan akan berlangsung sepanjang persidangan. Jika upaya mediasi tidak tercapai, persidangan akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya;
2. Pembacaan Surat Permohonan / Gugatan;
3. Replik dan Duplik
  Tahap jawab-menjawab antara Pemohon/Penggugat dengan Termohon/Tergugat secara lisan maupun tulisan yang berisikan bantahan atau sanggahan terhadap apa yang disampaikan oleh masing-masing pihak.
4. Pembuktian
  Proses Pembuktian dan meyakinkan hakim  tentang kebenaran peristiwa yang menjadi dasar gugatan dengan menggunakan bukti-bukti yang diatur oleh Undang-undang, meliputi : Surat (165-169 HIR), Saksi (169-172 HIR), Persangkaan (173 HIR), Pengakuan (174-176 HIR), Sumpah (177 HIR);
5. Kesimpulan kedua belah pihak tentang perkara yang diajukan melalui lisan atau tulisan;
6. Musyawarah Majelis Hakim (secara tertutup dan rahasia);
7. Putusan, dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum yang terdiri dari :
  - Putusan Sela;
  - Putusan Akhir.                                          
8. Ikrar (bagi Perkara Cerai Talak).

 

Hubungi Kami

Pengadilan  Agama Soreang

Jl. Raya Soreang KM. 16 Pamekaran, Kec. Soreang. Kabupaten Bandung. Jawa Barat 40912

Telepon : (022) 5894106

Email    : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Tautan Aplikasi