logo

PENGUMUMAN

Pendaftaran perkara hanya dilakukan secara online melalui mekanisme e-Court
PENGUMUMAN

Selamat & Sukses

atas dilantiknya Dr. H. ADI SAMSAN NGANRO., SH., M.H. Sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Yudisial. Semoga dimudahkan dalam melaksanakan tugas dan menambah kejayaan lingkungan Peradilan Agama khususnya dan Mahkamah Agung pada Umumnya
Selamat & Sukses

Zona Integritas

Selamat Datang di Pengadilan Agama Soreang. Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)
Zona Integritas

Layanan Berperkara bagi Disabilitas

Video layanan dan tata cara berperkara di Pengadilan Agama Soreang bagi pengandang disablitas
Layanan Berperkara bagi Disabilitas

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

e-Court

Adalah layanan bagi Pengguna Terdaftar untuk Pendaftaran Perkara Secara Online, Mendapatkan Taksiran Panjar Biaya Perkara secara online, Pembayaran secara online, Pemanggilan yang dilakukan dengan saluran elektronik, dan Persidangan yang dilakukan secara Elektronik.
e-Court

Gugatan Mandiri

Untuk Pelayanan yang lebih mudah, cepat dan biaya ringan, Ditjen Badan Peradilan Agama menyediakan Layanan Pembuatan Gugatan / Permohonan secara mandiri.
Gugatan Mandiri

SIWAS

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
SIWAS

banner1 Big

banner2 small  

Gugatan Mandiri

 

Penelusuran

Jadwal Sidang

E-Court

Informasi Pengaduan 

banner3 small

Ditulis oleh Admin. Dilihat: 5371

Prosedur Berperkara di Pengadilan Agama Soreang

Tahap Awal (Pendaftaran s/d Pemanggilan) :

1. Mendaftarkan perkara ke MEJA I Pengadilan Agama Soreang.
Persyaratan yang harus dilengkapi :
- Surat Permohonan / Gugatan ke Pengadilan Agama Sorang secara tertulis rangkap 7 (tujuh). Surat Permohonan/Gugatan berisi Identitas para pihak yang terdiri dari Pemohon dan Termohon atau Penggugat dan Tergugat, meliputi : Nama disertai bin/binti, umur, pendidikan terakhir, pekerjaan, alamat lengkap, status dalam perkara tersebut;
- Posita (fakta hukum dan fakta kejadian);
- Petitum (hal-hal yang dituntut berdasarkan posita);
- Fotocopy KTP yang mengajukan Permohonan/Gugatan bermaterai 600 stempel cap Pos bukti untuk Pengadilan;
- Fotocopy Buku Nikah/Duplikat bermaterai 600 stempel cap Pos bukti untuk Pengadilan;
- Surat keterangan Ghaib dari Desa/Kelurahan yang diketahui oleh Camat jika alamat Tergugat/Termohon tidak diketahui;
- Surat izin atasan bagi PNS, TNI, POLRI dan Pegawai BUMN/BUMD;
- Surat keterangan tidak mampu dari Desa/Kelurahan dan diketahui oleh Camat bagi Permohonan/Gugatan Prodeo;
2. Membayar biaya perkara yang telah ditaksir oleh Petugas Meja I Pengadilan Agama Soreang dalam bentuk SKUM dan memperlihhatkan bukti pembayaran dari Bank ke Kasir dan kemudian Kasir me-register perkara yang bersangkutan;
3. Kasir menyerahkan berkas Permohonan/Gugatan ke Petugas Meja II untuk kemudian dicatat dalam buku register;
4. Petugas Meja II menyerahkan berkas kepada Panitera untuk disampaikan kepada Ketua Pengadilan Agama Soreang;
5. Ketua Pengadilan Agama Soreang menunjuk Majelis Hakim yang akan menyelesaikan perkara yang bersangkutan;
6. Majelis Hakim menunjuk Panitera Pengganti dan Jurusita Pengganti;
7. Penetapan Hari Sidang oleh Majelis Hakim;
8. Pemanggilan para pihak oleh Jurusita Pengganti;

Tahap Kedua (Persidangan tertutup untuk umum) :

1. Mediasi (Upaya Damai)
  Dilakukan jika kedua belah pihak yang berperkara hadir di persidangan dan akan berlangsung sepanjang persidangan. Jika upaya mediasi tidak tercapai, persidangan akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya;
2. Pembacaan Surat Permohonan / Gugatan;
3. Replik dan Duplik
  Tahap jawab-menjawab antara Pemohon/Penggugat dengan Termohon/Tergugat secara lisan maupun tulisan yang berisikan bantahan atau sanggahan terhadap apa yang disampaikan oleh masing-masing pihak.
4. Pembuktian
  Proses Pembuktian dan meyakinkan hakim  tentang kebenaran peristiwa yang menjadi dasar gugatan dengan menggunakan bukti-bukti yang diatur oleh Undang-undang, meliputi : Surat (165-169 HIR), Saksi (169-172 HIR), Persangkaan (173 HIR), Pengakuan (174-176 HIR), Sumpah (177 HIR);
5. Kesimpulan kedua belah pihak tentang perkara yang diajukan melalui lisan atau tulisan;
6. Musyawarah Majelis Hakim (secara tertutup dan rahasia);
7. Putusan, dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum yang terdiri dari :
  - Putusan Sela;
  - Putusan Akhir.                                          
8. Ikrar (bagi Perkara Cerai Talak).

 

Hubungi Kami

Pengadilan  Agama Soreang

Jl. Raya Soreang KM. 16 Pamekaran, Kec. Soreang. Kabupaten Bandung. Jawa Barat 40912

Telepon : (022) 5894106

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Tautan Aplikasi