logo

banner1 Big

banner2 small  

Gugatan Mandiri

 

Penelusuran

Jadwal Sidang

E-Court

Informasi Pengaduan 

banner3 small

Ditulis oleh Tim Media PA Sor Erf. Dilihat: 230

Ini Yang Harus Disiapkan Menjelang Ramadhan ala Ustazd Haris Setiawan

 

Soreang-Bandung | 26 Maret 2021 |

Jarum jam hampir menunjuk angka dua belas ketika Mang Santang mengumandangkan azdan siang ini. Sesuai jadwal, waktu sholat Zuhur untuk wilayah Soreang dan sekitarnya masuk pukul 11.56 WIB. Seperti biasanya, hari raya Jumat ini selalu diisi dengan kewajiban melakukan shalat jumat di masjid. Demikian pula dengan segenap kaum adam Pengadilan Agama Soreang. Antusiame mereka terlihat bahkan sebelum adzan berkumandang. Masjid al Mahkamah Pengadilan Agama Soreang, untuk kesekian kalinya menjadi saksi bisu sujud-sujudnya para pelayan umat ini.

Aura berbeda pun semakin menambah khusyuk jumatan kali ini, saat ustazd Haris Setiawan didaulat menjadi khatib. Ustadz lulusan Madrasah Aliyah Keagamaan Al Basyariah, Bandung ini, sehari-hari merupakan kepala Sub Bagian Umum dan Keuangan Pengadilan Agama Soreang. Meski begitu, keilmuan agama yang diperolehnya, juga kerap dimanfaatkan untuk mengisi pengajian dan khutbah-khutbah Jumat di tempat tinggalnya, di Ciwidey.

Dalam khutbahnya, ustadz Haris mengingatkan pentingnya membangun persiapan menyambut dan mengisi Ramadhan yang sudah dalam hitungan hari ini.

 

Dengan Batik Corak Bintang Cokelat Hitam, Ustazd Haris Setiawan sampaikan Khutbah yang disiarkan Live di ID TV PA Soreang

“bulan Rajab adalah bulan untuk menanam. Bulan Sya’ban untuk menyiram tanaman itu, dan bulan Ramadan, adalah bulan untuk memanen tanaman tadi”, lukisnya saat menggambarkan perumpamaan bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan.

Menurutnya, ada sekurang-kurangnya empat persiapan yang dapat dilakukan dalam menyambut dan mengisi bulan suci ramadhan. Pertama, dengan membiasakan amalan sunnah di bulan Sya’ban. Kedua, merutinkan membaca al Quran. Ketiga, mempelajari seluk beluk keilmuan dan pengetahuan seputar puasa dan amalan bulan ramadhan. Keempat, membiasakan keluarga untuk secara bersama-sama memahami keagungan bulan Ramadhan.

“rasa senang menyambut ramadhan itu bukanlah dalam arti hura-hura, melainkan memulai untuk istiqamah melakukan amal shalih” tegasnya dalam khutbah yang disiarkan live di IG TV Pa Soreang ini.

Menutup khutbahnya, ia mengajak semua jamaah untuk senantiasa berdoa, agar Allah swt memberikan kesempatan untuk dapat bertemu kembali dengan bulan Ramadhan, dan mengaruniakan rahmahnya sehingga Ramadhan dapat diisi dengan amal shalih yang maksimal.

“Semoga Allah swt menerima segala amal shalih kita”, pungkasnya.

(Erf/Red.Sor)