logo

banner1 Big

banner2 small  

Gugatan Mandiri

 

Penelusuran

Jadwal Sidang

E-Court

Informasi Pengaduan 

banner3 small

Ditulis oleh Tim Media PA Sor Erf. Dilihat: 203

Hakim Tri Fianto Sebut Empat Hal Ini Jadi Obat Tolak Susah

Soreang-Bandung | 19 Maret 2021 |

Jamaah Jumatan di Masjid Al Mahkamah, Pengadilan Agama Soreang, hari ini sudah mulai tampak memadati masjid sejak pukul 11.45 WIB. Berdasarkan jadwal shalat yang diterbitkan Kementerian Agama, waktu Zuhur akan masuk pukul 11.59 Wib.

Hakim Rahmat Trifianto, didaulat menjadi Khatib dan Imam pada kesempatan penuh berkah kali ini. Hakim jebolan UIN Syahid Jakarta ini, tercatat sebagai hakim termuda di antara 24 orang hakim lainnya di Pengadilan Agama Soreang.

Dengan menggunakan kemeja batik, Tri Fianto tampil optimal menjalankan tugasnya. Dalam khutbahnya, ia mengajak semua jamaah untuk terus bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah. Swt.

"taqwa itu lahir dan batin", buka pria kelahiran Jakarta ini mengawali khutbahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan urgensi ketakwaan dalam dimensi pola pikir dan budaya pola tindak. Kebersihan batin akan selalu berjalan sinergis dengan pola kerjasa dan pola attitudenya. Taqwa juga jika dilakukan dengan basis iman yang benar, maka ia akan menjadi magnet solusi dalam tiap kesusahan hidup yang dialami.

Khatib ini juga menyitir satu hadits dalam musnad imam Ahmad, yang mengandung kisi-kisi dalam membangun sifat yang terpuji. Yang dapat menjadi benteng dari problematika dalam hidup. Empat hal ini termasuk sifat jujur dan amanah, akhlak mulia dan senantiasa bersuci. 

"Ada empat sifat yang jika ada ada dalam diri maka ia dapat berperan menghindarkan dari segala masalah dan kesulitan", tandasnya. 

Selain menjabarkan rahasia mudah tolak susah, hakim Rahmat Trifianto juga mengajak jamaah untuk istiqomah dalam melakukan empat kisi tersebut. 

Jumatan yang ditayangkan secara live melalui kanal IG TV Pengadilan Agama Soreang, berlangsung singkat dengan tetap menjaga prokes anti Covid. 

Jadwal khatib dan Imam pada Masjid Al Mahkamah pun disusun secara bergantian. Hal ini agar dapat menjadi agenda sendiri oleh hakim supaya hakim terbiasa berkhidmah kepada umat dalam bentuk kesediaan menjadi Khatib dan Imam.