logo

banner1 Big

banner2 small  

Gugatan Mandiri

 

Penelusuran

Jadwal Sidang

E-Court

Informasi Pengaduan 

banner3 small

Ditulis oleh Tim Media PA Sor Mahar. Dilihat: 67

Gus Helman Ajak Jamaah Perbanyak Istighfar

Soreang-Bandung | 27 Februari 2021 |
Jumatan di Pengadilan Agama Soreang Jumat kemarin (26/2), berlangsung khidmat. Selain karena suasana masjid yang sejuk diapit persawahan, juga karena khatib kali ini bukan 'kaleng-kaleng'.
IMG 20210227 142056 1 
H. Helman Fajri (Hakim PA Soreang) 
 
 
Ketua Takmir Masjid Al Mahkamah Pengadilan Agama Soreang, mengaja menunjuk H. Helman Fajri untuk bertindak sebagai khatib Jumat pekan ini. Meski belum genap dua minggu menjadi hakim Pengadilan Agama Soreang, ia diminta kesediaannya untuk menyempurnakan salah satu fardhu ain mingguan kaum adam yang mukallaf ini.
Dalam khutbah yang berdurasi tujuh menit, H. Helman mengajak jamaah menyadari kedudukan diri di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.
"semua manusia itu berpotensi salah, tapi sebaik-baiknya pelaku kesalahan adalah yang istiqomah melakukan taubat", urainya dengan suara lantang.
WhatsApp Image 2021 02 27 at 18.49.34
Gus Helman, saat menyampaikan khutbah yang disiarkan langsung melalui IG TV PA Soreang
 
Dari informasi yang dihimpun tim red, diketahui H. Helman bukan hakim biasa. Di Pasuruan Jawa Timur, ia bersama keluarga besarnya, merupakan pengasuh salah satu pesantren yang berafilisasi dengan Jam'iyyah Nahdlatul Ulama (NU). 
Gus Fajri, biasa disapa di kalangan santrinya, merupakan pria kelahiran Pamekasan, Madura. Sebelum pindah tugas ke tanah Pasundan, ia lama mengabdi di tanah Borneo. Di sana, ia tak hanya meramut pengadilan agama, tetapi juga masyarakat muslim sekitar. Jadwal khutbah yang padat, hingga jadwal tahlilan dan hari besar Islam, menjadi rutinitas lain yang digeluti. Pengajian kitab warisan ulama pun kerap dikajinya secara mendalam lengkap dengan dalil dalil dan kaidah kaidah hukum Islam yang populer di kalangan pesantren berbasis NU. 
"saya klo pindah kemana mana, pasti nyarinya rumah yang dekat masjid, biar bisa istiqomah berjamaah dan mengaji kitab", ujarnya dengan logat Madura yang kental. 
Dalam pandangan H. Helman, basis pemikiran hukum di tanah air ini tidak bisa dilepaskan dari kerangka berpikir para ulama terdahulu, yang sudah diwariskan dalam kitab kitab fikih. Karen itu, lanjutnya, penguasaan hakim terhadap kaidah bahasa Arab, Fikih, dna Ushul Fiqh menjadi kunci kehidupan hukum Islam di tanah air. 
"termasuk dalam hal poligami, sudah lama sebagian masyarakat muslim Indonesia, mendudukkannya tidak dalam porsi yang sebenarnya. 
"apapun itu, kita tetap harus menyadari akan kudrat kemanusiaan kita, yang pasti tidak luput dari dosa dan kesalahan, termasuk kesalahan dalam berpikir mengenai hukum Islam selama ini, maka istiqomah beristigfar menjadi salah satu media kita berserah diri kepada Allah swt agar sedianya, dengan ilmu Allah swt yang maha luas, kita akan dituntun menuju cara berpikir yang benar", pungkasnya.  (Erf.Red-Sor)

Video Profil ZI PA Soreang