logo

banner1 Big

banner2 small  

Gugatan Mandiri

 

Penelusuran

Jadwal Sidang

E-Court

Informasi Pengaduan 

banner3 small

Ditulis oleh Tim Media PA Sor Erf. Dilihat: 34

Yaa salaaam… Perlu 2 Rim Kertas Sekali Ngeprint Relaas Panggilan

 

Dedi Sumardi, saat mencetak relaas panggilan di ruang kerjanya siang ini

Soreang-Bandung | 5 April 2021|

Banyaknya volume perkara di Pengadilan Agama Soreang berdampak pada tingkat kesibukan yang tinggi. Tak Cuma meja pelayanan dan ruang sidang yang selalu sesak, karena kesibukan juga tampak mencolok di ruang Jurusita Pengadilan Agama Soreang.

Bagaimana tidak, jumlah jurusita pengganti yang belum proporsional menyebabkan menumpuknya tugas panggilan ke beberapa tenaga jurusita yang ada. Jurusita pengganti (JSP) yang salah satu tugas pokoknya adalah menyampaikan panggilan dan pemberitahuan sidang ini, mau tidak mau memerlukan banyak kertas untuk mencetak relaas panggilan.

Bahkan beberapa JSP mengaku memerlukan hampir dua rim kertas untuk sekali mencetak relaas panggilan.

“biasanya panggilan untuk satu minggu itu dikerjakan dalam sehari, jadi bisa sampai dua rim kertas untuk sekali ngeprint” sebut Dedi Sumardi salah satu Jurusita senior Pengadilan Agama Soreang.

Kepada Tim Red, ia menjelaskan bahwa untuk satu relaas akan dicetak sebanyak 3 lembar. Satu untuk pihak, dan selebihnya untuk arsip dan berkas. Sehingga misalnya dalam satu minggu ada tugas memanggil sebanyak 100 nomor perkara saja, maka panggilan harus dicetak untuk dua pihak dikali tiga lembar, jadi ada 600 lembar yang diperlukan.

“biasanya dalam seminggu kami mendapat tugas memanggil bisa mencapai lebih dari 100 nomor perkara” kata Bustanul Aripin, jurusita Pengganti lainnya.

Hal yang sama sebanarnya juga terjadi di meja panitera pengganti. Jumlah sidang yang banyak berdampak pada penyusunan berita acara sidang yang juga semakin banyak. Belum lagi jika sidang berjalan alot sehingga semakin memperbanyak jumlah halaman berita acara sidangnya. 

"sama kita para panitera pengganti juga kadang memerlukan hingga 2 rim kertas untuk sekali mencetak berita acara sidang itu" ujar Hikmatulloh, salah satu Panitera Pengganti Pengadilan Agama Soreang.

Selain mengenai banyak kebutuhan akan kertas untuk mencetak panggilan, para juru panggil ini terkadang juga mendapat kendala saat menjalankan tugas di lapangan.

“yang sulit itu kalau musim hujan, kita khawatir relaas itu basah, belum akses jalan pun kadang banjir dan berlumpur, jadi kita sering singgah ke warung untuk berteduh sekalian istirahat, nah kadang kalau hujan reda, dan pihak yang dituju tidak berada di alamat, kita ke Desa, dan Kantor Desa sudah keburu tutup” sebut Dadang Madjid, yang mengemban tugas memanggil di radius sulit ini.

 

(Erf/Red.Sor)

Video Profil ZI PA Soreang