logo

banner1 Big

banner2 small  

Gugatan Mandiri

 

Penelusuran

Jadwal Sidang

E-Court

Informasi Pengaduan 

banner3 small

Ditulis oleh Tim Media PA Sor Erf. Dilihat: 90

Sengketa Harta Bersama Belasan Milyar Rupiah ini Berakhir Damai, Mediator Jelaskan Sebabnya

 
Soreang-Bandung | 1 April 2021 |
Untuk kesekian kalinya, sengketa hukum kebendaan yang diajukan ke Pengadilan Agama Soreang berakhir damai. Melalui optimalisasi prosedur mediasi yang diatur dalam Perma Nomor 1 Tahun 2016, Mediator Hakim Pengadilan Agama Soreang ini berhasil menengahi kepentingan kedua belah pihak yang bersengketa.
 
Perkara harta bersama yang diajukan oleh salah satu pengusaha di Jawa Barat ini, bermula dari sengketa perceraian yang sebelumnya sudah putus terlebih dahulu. Sebagai dampaknya, pasca perceraian itu, muncul sengketa mengenai harta bersama yang memang belum pernah dibagi sebelumnya. Mulai dari aset usaha kuliner hingga properti menjadi bagian dari objek sengketa tersebut. Tak ayal, nilai sengketa mencapai belasan milyar rupiah.
 
Dalam mediasi yang dipimpin oleh hakim mediator Erfani, kedua belah pihak hadir secara in person. Meski sempat berjalan alot, namun dengan proses mediasi yang optimal, sengketa dapat mencapai titik temu.
Kepada tim red, mediator tersebut menjelaskan hal-hal yang mendorong tercapainya kesepakatan.
 
“awalnya memang alot, tapi akhirnya berhasil damai. Semuanya berkat kesungguhan, keaktifan dalam memperbarui penawaran kesepakatan, serta jiwa besar kedua belah pihak yang mau mengalah dan mengurangi kepentingannya semula” sebut hakim mediator yang telah mengantongi sertifikat mediator dari Mahkamah Agung RI dan Pusat Mediasi Nasional ini.
 
Lebih lanjut jelasnya, peran kuasa hukum yang aktif merumuskan kesepakatan dan tidak mempengaruhi kepentingan pihak, juga menjadi sebab lain, yang mendorong lancarnya mediasi. Sebab, menurutnya, dalam mediasi itu kemerdekaan dan keterbukaan pihak dalam menyampaikan kepentinganya menjadi sangat penting. Jika kepentingan yang diutarakan bukan lahir dari keinginan personal tapi lebih merupakan tuntutan atau bisikan pihak di luar dirinya, maka akan sulit untuk mendudukkan sengketa pada porsi yang sebenarnya.
 
Sebagai bentuk kepastian hukum atas kesepakatan yang telah dicapai, maka dalam sidang yang dipimpin oleh hakim Mustopa hari ini, telah dijatuhkan putusan dalam bentuk Akta Perdamaian (Acta Van Dading).
“menghukum kedua belah pihak untuk menaati isi kesepakatan perdamaian tersebut”, ketuk hakim Mustopa dalam sidang terbuka untuk umum.
 
 
 
Dengan telah dijatuhkan putusan akta perdamaian, maka sengketa telah benar-benar selesai, dan tidak ada upaya hukum yang dapat diajukan untuk mementahkan putusan perdamaian tersebut. Yang berarti, seketika dijatuhkan, putusan langsung berkekuatan hukum tetap.
 
Sebelumnya, hakim mediator Pengadilan Agama Soreang lainnya juga telah berhasil memfasilitasi perdamaian dalam sengekta hukum kebendaan. Pihak Pengadilan Agama Soreang sendiri melalui jurubicaranya, mengimbau agar masyarakat yang sedang bersengketa di pengadilan, dapat benar-benar optimal dalam menggunakan fasilitas mediasi terutama dalam sengketa harta benda.
 
“tidak ada penyelesaian sengketa yang paling adil dan paling cepat, kecuali melalui perdamaian. Sengketa harta benda itu jika berlarut-larut justru akan mengurangi nilai harta itu sendiri. Misalkan mau dijual, tidak ada yang mau membeli harta benda yang masih dalam sengketa”, imbau Dr. Mahar, jurubicara Pengadilan Agama Soreang kepada tim red siang ini.
(Erf/Red.Sor)

Video Profil ZI PA Soreang